Perang Energi = Perang Ideologi = Perang Dunia III
kalo boleh mencaci mungkin saya akan mencacinya. tapi tulisan ini tetap harus dijaga demi PERDAMAIAN DUNIA.
Perang Energi, begitulah sekiranya disebutkan. lihatlah dimana peperangan itu terjadi. 70% terjadi di daerah penghasil minyak terbanyak di dunia contohnya syuria dan sukraina. lihatlah siapa yang menyerang? mereka adalah negara-negara yang mulai kehabisan energi.
aliansi saling unjuk senjata, saling gertak menggertak. menurut mentri pertahanan Cina, perang Korut dengan Amerika dapat kapan saja terjadi. masing-masing negara ini pun mulai membuat senjata nuklir terbaru lagi. pengeboman Amerika terhadap Afganistan tidak hanya ISIS yang tewas. sampai kapan ini akan terjadi? mungkin kah Perang Dunia III akan muncul dalam waktu dekat?
Bagaimana dengan Indonesia sendiri?
saat ini negara kita masih terlihat damai, tapi dapat dipastikan bidikan selanjutnya adalah Indonesia. Negara dengan sumber penghidupannya yang melimpah, tidak dipungkiri akan menjadi taruhan dari semua negara.
memandang hal itu, mimpi untuk menjadi negara yang sejahtera pun dirasa sangat mengkhawatirkan.
oleh karena itu, marilah pemuda/i masa depan buka mata kalian liat sekiling kalian. jangan hanya melihat gadget keluaran terbaru. mencoba. mendapatkan. mengonsumsi teknologi.
Buat Teknologi!!"BERKARYALAH!!!"
jangan sampai kita menjadi budak mesin. kita harus waspada. perubahan ideologi telah disebarkan semenjak pertama kali informasi bergerak dengan cepat, tidak memandang siapa yang dituju. paham-paham dan dokrit berbagai ajaran, jangan sampai tertelan begitu saja.
dan kini Indonesia merasakannya, pemuda/i khususnya mulai tergilas moralnya.
Perang kini menjadi ajang bisnis untuk mereka yang gila kapitalis. pemanfaatan sumber daya alam tidak digunakan lagi untuk kesejahteraan. tapi untuk peperangan yang mulai direncanakan.
sejarah dunia akan berubah, peperangan mulai terjadi.
Lalu akan kah Indonesia akan menang dalam pertempuran selanjutnya? Kita sendiri yang akan menentukannnya.
BERJUANGLAH
Jombang, 19 Rajab 1438 (16/04/17) yayis
perang yang tengah terjadi saat ini, bila dilihat lebih jauh. Tidak lagi karna perbedaan agama, suku atau pun ras. tapi karna kondisi bumi yang kini semakin mengkhawatirkan.
Perang Energi, begitulah sekiranya disebutkan. lihatlah dimana peperangan itu terjadi. 70% terjadi di daerah penghasil minyak terbanyak di dunia contohnya syuria dan sukraina. lihatlah siapa yang menyerang? mereka adalah negara-negara yang mulai kehabisan energi.aliansi saling unjuk senjata, saling gertak menggertak. menurut mentri pertahanan Cina, perang Korut dengan Amerika dapat kapan saja terjadi. masing-masing negara ini pun mulai membuat senjata nuklir terbaru lagi. pengeboman Amerika terhadap Afganistan tidak hanya ISIS yang tewas. sampai kapan ini akan terjadi? mungkin kah Perang Dunia III akan muncul dalam waktu dekat?
Bagaimana dengan Indonesia sendiri?
saat ini negara kita masih terlihat damai, tapi dapat dipastikan bidikan selanjutnya adalah Indonesia. Negara dengan sumber penghidupannya yang melimpah, tidak dipungkiri akan menjadi taruhan dari semua negara.
memandang hal itu, mimpi untuk menjadi negara yang sejahtera pun dirasa sangat mengkhawatirkan.
oleh karena itu, marilah pemuda/i masa depan buka mata kalian liat sekiling kalian. jangan hanya melihat gadget keluaran terbaru. mencoba. mendapatkan. mengonsumsi teknologi.
Buat Teknologi!!"BERKARYALAH!!!"
jangan sampai kita menjadi budak mesin. kita harus waspada. perubahan ideologi telah disebarkan semenjak pertama kali informasi bergerak dengan cepat, tidak memandang siapa yang dituju. paham-paham dan dokrit berbagai ajaran, jangan sampai tertelan begitu saja.
dan kini Indonesia merasakannya, pemuda/i khususnya mulai tergilas moralnya.
Perang kini menjadi ajang bisnis untuk mereka yang gila kapitalis. pemanfaatan sumber daya alam tidak digunakan lagi untuk kesejahteraan. tapi untuk peperangan yang mulai direncanakan.
sejarah dunia akan berubah, peperangan mulai terjadi.
Lalu akan kah Indonesia akan menang dalam pertempuran selanjutnya? Kita sendiri yang akan menentukannnya.
BERJUANGLAH
Jombang, 19 Rajab 1438 (16/04/17) yayis
Komentar
Posting Komentar